
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Ciheulang melalui Edukasi dan Pendampingan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
BANDUNG, Januari 2026 – Memasuki era transformasi digital, penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Menyadari hal tersebut, tim mahasiswa dari Program Studi S1 Sains Data Universitas Telkom sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Ciheulang melalui Edukasi dan Pendampingan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)” pada Senin, 29 Desember 2025.

Menjawab Tantangan Digital di Desa
Desa Ciheulang yang terletak di Kecamatan Ciparay memiliki potensi ekonomi besar melalui produk UMKM seperti makanan olahan dan kerajinan tangan. Namun, selama ini pemasaran masih dilakukan secara konvensional dan pencatatan keuangan pun masih manual.
“Sebagian besar ibu PKK masih menggunakan media sosial hanya untuk komunikasi pribadi, belum optimal untuk promosi produk,” ungkap Komang Yoga Suputra selaku Ketua Kelompok SDuM-09. Melalui program Sains Data untuk Masyarakat (SDuM) tahun 2025, tim yang dibimbing oleh Dr. I Wayan Palton Anuwiksa, S.Si., M.Si. ini hadir memberikan solusi literasi digital lanjutan.
Dari Teori ke Praktik: Mengakrabkan AI dengan Keseharian
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Ciheulang ini tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga simulasi langsung menggunakan perangkat ponsel masing-masing peserta. Materi pelatihan mencakup empat pilar utama:
- Pengenalan Dasar AI: Memahami manfaat asisten digital dalam kehidupan sehari-hari.
- Teknik Prompting Efektif: Melatih peserta memberikan perintah yang tepat pada platform ChatGPT.
- Produksi Konten Kreatif: Menggunakan AI untuk membuat ide konten dan caption promosi produk lokal.
- Efisiensi Administrasi: Memanfaatkan AI dalam menyusun laporan dan surat resmi organisasi PKK.
Antusiasme dan Dampak Nyata
Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi diskusi dan demo berlangsung. Hal ini diperkuat oleh data umpan balik yang menunjukkan bahwa 77,8% peserta merasa materi yang disajikan sangat jelas dan mudah dipahami. Selain itu, sebanyak 55,6% peserta menyatakan materi ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka dalam mengelola usaha mikro.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi penyerahan sertifikat apresiasi kepada Sekretaris PKK Desa Ciheulang, Ibu Amilia N., sebagai simbol sinergi antara akademisi dan masyarakat desa.
“Kami berharap langkah awal ini mampu membangun ekosistem masyarakat desa yang adaptif terhadap teknologi dan mandiri secara digital,” pungkas tim SDuM-09 yang beranggotakan Amanda Catleya, Virgie Arsepta, Muhammad Naufal, dan Petrosina Angwarmase.